IDENTIFIKASI PERUMAHAN DILOKASI RAWAN BENCANA DINAGARI TALUAK TUGO SAKATI DAN NAGARI KOTO NAN TIGO I
16 Jun 2023
15:37:59 WIB
39x dibaca
*Identifikasi Perumahan di Lokasi Rawan Bencana di Nagari Taluk Tigo Sakato & Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas*
Kec. Batang Kapas, Juni 2023
Kegiatan Identifikasi ini dilaksanakan berdasarkan arahan Peraturan Menteri PUPR Republik Indonesia Nomor 299/PRT/M/2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal PUPR. Pada lampiran II disebutkan tata cara penerapan SPM penyediaan dan rehabilitasi rumah yang layak huni bagi korban bencana terdiri dari 3 (tiga) tahapan, yaitu Pengumpulan Data, Perhitungan Kebutuhan dan Penyusunan Rencana Pemenuhan. Kegiatan Identifikasi Perumahan di Lokasi Rawan Bencana berada pada tahap pertama, yaitu Pengumpulan Data.
PPTK Identifikasi Perumahan di Lokasi Rawan Bencana atau Terkena Relokasi Program Kabupaten/Kota, Eka Hasmatati Putri, ST.,MT. bersama tim mendapatkan arahan tentang lokasi-lokasi rawan bencana dari Camat Batang Kapas, Deni Anggara ,SSTP,M.EC.DEV. Identifikasi Perumahan di Lokasi Rawan Bencana dilanjutkan ke Nagari Taluk Tigo Sakato yang bertemu dengan Kasi Kesra, Yayan Kurniawan & ke Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie bertemu dengan Sekretaris Nagari, Fitmawati pada Juni 2023.
Berdasarkan penetapan skoring yang telah dilakukan oleh tim data dari Dinas PerkimtanLH, Nagari Taluk Tigo Sakato memiliki nilai sebesar 45 poin & Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie memiliki nilai sebesar 39 poin yang merupakan akumulasi dari 7 (tujuh) jenis kerawanan bencana yang telah ditetapkan, yaitu Gempa Bumi, Tsunami, Banjir, Kebakaran Hutan, Longsor, Sempadan Sesar dan Gerakan Tanah. Sedangkan hasil pemantauan di lapangan didapatkan jumlah total KK/rumah terdampak banjir di Nagari Koto Nan Tigo IV Koto Hilie sebanyak 110 unit rumah.
Diharapkan dengan adanya kegiatan Identifikasi Perumahan di Lokasi Rawan Bencana ini digunakan sebagai data primer untuk melakukan kegiatan Perhitungan Kebutuhan dan Penyusunan Rencana Pemenuhan kebutuhan penyediaan dan rehabilitasi rumah korban bencana.
Penulis:
Romi Septiawan
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.